PENDIDIKAN TUMPUAN HARAPAN MASA DEPAN
If you plan for a year, plant a seed. If for ten years, plant a tree. If for a hundred years, teach the people.
When you sow a seed once, you will reap a single harvest. When you teach the people, you will reap a hundred harvest.( K'UAN-TZU, 551-479 B.C).
(Dikutip dari buku : Manajemen Pendidikan Nasional, Karangan Prof. Dr. H.A.R. Tilar, M.Sc.Ed)
Bangsa Indonesia sangat menaruh harapan terhadap dunia pendidkan. Dari pendidikan inilah diharapkan masa depan dibangun dalam landasan yang kuat. Landasan yang berpijak pada norma-norma agama. Landasan yang mampu memandirikan anak bangsa dengan berbagai potensi yang dimilikinya.
Sebuah keresahan bagi setiap orangtua manakala melihat perkembangan saat ini, dimana dominasi hiburan kerap kali menyeret anak-anak kita dalam keterlenaan. Sementara, agama masih jarang digunakan sebagai filter budaya yang sering menyesatkan. Bahkan tidak jarang orangtua pun terseret dalam dunia mistik, dunia amoral yang berkedok hiburan dan sudah menjadi konsumsi setiap saat. Lalu, kepada siapa lagi kita menaruh harapan?
Begitu besar harapan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Untuk itulah, muncul sebuah pertanyaan, "Apa relevansi pendidikan untuk masyarakat?" Pertanyaan ini sebenarnya tidak terlalu berlebihan mengingat fungsi pendidikan begitu besar terhadap perkembangan zaman. Pendidikan menempati tempat yang sangat strategis dalam membentuk karakter anak bangsa. Baik dan buruknya suatu bangsa sangat ditentukan oleh pola pendidikan yang ada.
Terjadinya perubahan pola dalam pendidikan bertujuan memenuhi tuntutan masyarakat, baik yang menyangkut sistem, model, dan strategi. Semakin dipenuhi tuntutan itu, seringkali problem-problem yang lain. Oleh karena itu, dibutuhkan kemandirian dalam mengemas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama anak didik yang akan terjun ke masyarakat.
Komentar
Posting Komentar